Manusia dan Tanggung jawab
Kamis, 12 April 2012
Jumat, 06 April 2012
Selasa, 03 April 2012
Peran Budaya Daerah dalam Memperkokoh Ketahanan Budaya Bangsa
MAKALAH
ILMU BUDAYA DASAR :
Peran Budaya Daerah Dalam Memperkokoh
Ketahanan
Budaya Bangsa
NAMA : ARIO BAKTIYUDO
NPM : 11111165
KELAS : 1KA36
UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS ILMU KOMPUTER
JURUSAN SISTEM INFORMASI
Mata Kuliah
: Ilmu Budaya Dasar
Dosen : Muhammad
Burhan Amin
Mata Kuliah
: Ilmu Budaya Dasar
Dosen : Muhammad
Burhan Amin
Topik Makalah
Peran Budaya Daerah Dalam
Memperkokoh Ketahanan
Budaya Bangsa
Kelas : 1-KA36
Tanggal
Penyerahan Makalah : 04 April 2012
Tanggal Upload Makalah : 05
April 2012
P E R N Y A T A A N
Dengan ini saya menyatakan bahwa seluruh pekerjaan
dalam penyusunan makalah ini saya buat sendiri tanpa meniru atau mengutip dari
tim / pihak lain.
Apabila terbukti tidak benar, saya siap menerima konsekuensi untuk mendapat
nilai 1/100 untuk mata kuliah ini.
P e n y u s u n
|
N P M
|
Nama
Lengkap
|
Tanda
Tangan
|
|
11111165
|
Ario
Baktiyudo
|
|

Program Sarjana Sistem Informasi
UNIVERSITAS GUNADARMA
KATA PENGANTAR
Puji Syukur saya panjatkan kepada ALLAH S.W.T. karena rahmatnya Alhamdulillah penyusunan makalah dengan judul “PERAN BUDAYA DAERAH MEMPERKOKOH KETAHANAN BUDAYA NASIONAL” dapat saya selesaikan walaupun dengan beberapa hambatan. Tidak lupa juga saya sampaikan salawat serta salam kepada sari tauladan kita Rassulullah S.A.W., saya juga menyampaikan terima kasih kepada pihak – pihak yang telah membantu saya dalam menyelesaikan makalah ini dengan baik walaupun masih banyak kekurangan dalam makalah ini.
Dalam makalah ini kami akan saya tampilkan fenomena budaya daerah yang semakin lama semakin memudar keberadaannya, bahkan ada yang sudah mulai menghilang. Mungkin dalam penulisan ini saya selaku penulis banyak terjadi kesalahan ataupun kurang tepat dalam penyampaian nya. Saya selaku penulis meminta maaf sebesar – besarnya jika memang terjadi kesalahan. Karena saya juga manusia, yang salah datang nya dari saya dan yang benar datangnya dari Allah. Jika ada kesalahan baik yang biasa hingga yang fatal kami mohon kritiknya untuk penyempurnaan makalah ini.
Terima Kasih.
Puji Syukur saya panjatkan kepada ALLAH S.W.T. karena rahmatnya Alhamdulillah penyusunan makalah dengan judul “PERAN BUDAYA DAERAH MEMPERKOKOH KETAHANAN BUDAYA NASIONAL” dapat saya selesaikan walaupun dengan beberapa hambatan. Tidak lupa juga saya sampaikan salawat serta salam kepada sari tauladan kita Rassulullah S.A.W., saya juga menyampaikan terima kasih kepada pihak – pihak yang telah membantu saya dalam menyelesaikan makalah ini dengan baik walaupun masih banyak kekurangan dalam makalah ini.
Dalam makalah ini kami akan saya tampilkan fenomena budaya daerah yang semakin lama semakin memudar keberadaannya, bahkan ada yang sudah mulai menghilang. Mungkin dalam penulisan ini saya selaku penulis banyak terjadi kesalahan ataupun kurang tepat dalam penyampaian nya. Saya selaku penulis meminta maaf sebesar – besarnya jika memang terjadi kesalahan. Karena saya juga manusia, yang salah datang nya dari saya dan yang benar datangnya dari Allah. Jika ada kesalahan baik yang biasa hingga yang fatal kami mohon kritiknya untuk penyempurnaan makalah ini.
Terima Kasih.
Jakarta, 4 April 2012
DAFTAR ISI
Lembar Pengesahan .........................................................................................1
Kata Pengantar .........................................................................................2
Daftar Isi .........................................................................................3
Bab 1 Pendahuluan .........................................................................................4
1.1 Latar Belakang .........................................................................................4
1.2 Tujuan .........................................................................................5
1.3 Sasaran .........................................................................................6
Bab II Permasalahan .........................................................................................7
2.1 Kekuatan (strength) .........................................................................................7
2.2 Kelemahan (Weakness) .........................................................................................9
2.3 Peluang (Opportunity) .......................................................................................10
2.4 Tantangan/Hambatan (Threats) .......................................................................................11
Bab III Kesimpulan dan Rekomendasi .....................................................................................13
3.1 Kesimpulan .......................................................................................13
3.2 Rekomendasi .......................................................................................13
Referensi .......................................................................................15
Lembar Pengesahan .........................................................................................1
Kata Pengantar .........................................................................................2
Daftar Isi .........................................................................................3
Bab 1 Pendahuluan .........................................................................................4
1.1 Latar Belakang .........................................................................................4
1.2 Tujuan .........................................................................................5
1.3 Sasaran .........................................................................................6
Bab II Permasalahan .........................................................................................7
2.1 Kekuatan (strength) .........................................................................................7
2.2 Kelemahan (Weakness) .........................................................................................9
2.3 Peluang (Opportunity) .......................................................................................10
2.4 Tantangan/Hambatan (Threats) .......................................................................................11
Bab III Kesimpulan dan Rekomendasi .....................................................................................13
3.1 Kesimpulan .......................................................................................13
3.2 Rekomendasi .......................................................................................13
Referensi .......................................................................................15
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang
Puji syukur kehadirat Allah SWT dengan segala rahmat dan karunia-Nya penyusun dapat menyelesaikan makalah ini. Dengan tekad yang kuat dan rasa tanggung jawab akhirnya makalah ini dapat disusun guna melengkapi tugas Ilmu Budaya Dasar. Dengan kerja keras dan dukungan dari berbagai pihak, penyusun berusaha untuk dapat mencapai hasil yang sebaik mungkin meski dalam penyusunan makalah ini menghadapi berbagai kesulitan karena keterbatasan ilmu pengetahuan dan terbatasnya waktu. Terima kasih yang sebesar-besar nya kami sampaikan kepada Bapak Muhammad Burhan Amin selaku dosen mata kuliah Ilmu Budaya Dasar, atas kesempatan dan bimbingan yang diberikan dalam penyusunan makalah ini.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih banyak kekurangan baik dari segi tulisan ataupun materi, karenanya kritik dan saran sangat diharapkan untuk kesempurnaan dimasa yang akan datang. Semoga apa yang disajikan dalam makalah ini dapat bermanfaat bagi penyusun dan pembaca.
PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang
Puji syukur kehadirat Allah SWT dengan segala rahmat dan karunia-Nya penyusun dapat menyelesaikan makalah ini. Dengan tekad yang kuat dan rasa tanggung jawab akhirnya makalah ini dapat disusun guna melengkapi tugas Ilmu Budaya Dasar. Dengan kerja keras dan dukungan dari berbagai pihak, penyusun berusaha untuk dapat mencapai hasil yang sebaik mungkin meski dalam penyusunan makalah ini menghadapi berbagai kesulitan karena keterbatasan ilmu pengetahuan dan terbatasnya waktu. Terima kasih yang sebesar-besar nya kami sampaikan kepada Bapak Muhammad Burhan Amin selaku dosen mata kuliah Ilmu Budaya Dasar, atas kesempatan dan bimbingan yang diberikan dalam penyusunan makalah ini.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih banyak kekurangan baik dari segi tulisan ataupun materi, karenanya kritik dan saran sangat diharapkan untuk kesempurnaan dimasa yang akan datang. Semoga apa yang disajikan dalam makalah ini dapat bermanfaat bagi penyusun dan pembaca.
1.2.Tujuan
Tujuan utama penyusunan makalah ini disamping untuk memenuhi tugas kuliah dan mendapatkan nilai yang memuaskan dalam mata kuliah Ilmu Budaya Dasar, ialah memberikan pandangan kepada masyarakat maupun teman – teman mahasiswa yang lain tentang permasalahan yang sering terjadi di masyarakat kita.
Makalah ini juga diharapkan dapat menjadi acuan teman – teman agar mau turut melihat dan membantu dalam memperkokoh keberadaan budaya – budaya daerah yang mulai hilang akibat era globalisasi. Juga untuk memperlihatkan kepada masyarakat dan teman – teman akan pentingnya kebudayaan nasional kita, apalagi kebudayaan daerah kita yang semakin banyak yang mulai di curi oleh Negara asing.
Tujuan utama penyusunan makalah ini disamping untuk memenuhi tugas kuliah dan mendapatkan nilai yang memuaskan dalam mata kuliah Ilmu Budaya Dasar, ialah memberikan pandangan kepada masyarakat maupun teman – teman mahasiswa yang lain tentang permasalahan yang sering terjadi di masyarakat kita.
Makalah ini juga diharapkan dapat menjadi acuan teman – teman agar mau turut melihat dan membantu dalam memperkokoh keberadaan budaya – budaya daerah yang mulai hilang akibat era globalisasi. Juga untuk memperlihatkan kepada masyarakat dan teman – teman akan pentingnya kebudayaan nasional kita, apalagi kebudayaan daerah kita yang semakin banyak yang mulai di curi oleh Negara asing.
1.3.Sasaran
Pembuatan makalah ini sebenarnya lebih ditujukan untuk para mahasiswa yang mempelajari Ilmu Budaya Dasar dan teman – teman pada kelas 1 EA 21 khususnya. Akan tetapi makalah ini saya buat sedemikian rupa agar masyarakat khususnya kaum – kaum muda. Sehingga masyarakat khususnya kaum muda sadar dan ikut melindungi juga melestarikan kebudayaan – kebudayaan kita, minimal kebudayaan pada daerahnya masing – masing.
Pembuatan makalah ini sebenarnya lebih ditujukan untuk para mahasiswa yang mempelajari Ilmu Budaya Dasar dan teman – teman pada kelas 1 EA 21 khususnya. Akan tetapi makalah ini saya buat sedemikian rupa agar masyarakat khususnya kaum – kaum muda. Sehingga masyarakat khususnya kaum muda sadar dan ikut melindungi juga melestarikan kebudayaan – kebudayaan kita, minimal kebudayaan pada daerahnya masing – masing.
BAB II
PEMBAHASAN
Analisis SWOT
Analisa SWOT (Streangth, Weakness, Oppurtunity, Threats ) adalah sebuah bentuk analisa situasi dan kondisi yang bersifat deskriptif (memberi gambaran). Analisa ini menempatkan situasi dan kondisi sebagai sebagai faktor masukan, yang kemudian dikelompokkan menurut kontribusinya masing-masing. Satu hal yang harus diingat baik-baik oleh para pengguna analisa SWOT, bahwa analisa SWOT adalah semata-mata sebuah alat analisa yang ditujukan untuk menggambarkan situasi yang sedang dihadapi atau yang mungkin akan dihadapi oleh organisasi, dan bukan sebuah alat Analisa yang mampu memberikan jawaban dari segala permasalahan yang terjadi.
Analisa ini terbagi atas empat komponen dasar yaitu :
1. S = Strength (kekuatan)
PEMBAHASAN
Analisis SWOT
Analisa SWOT (Streangth, Weakness, Oppurtunity, Threats ) adalah sebuah bentuk analisa situasi dan kondisi yang bersifat deskriptif (memberi gambaran). Analisa ini menempatkan situasi dan kondisi sebagai sebagai faktor masukan, yang kemudian dikelompokkan menurut kontribusinya masing-masing. Satu hal yang harus diingat baik-baik oleh para pengguna analisa SWOT, bahwa analisa SWOT adalah semata-mata sebuah alat analisa yang ditujukan untuk menggambarkan situasi yang sedang dihadapi atau yang mungkin akan dihadapi oleh organisasi, dan bukan sebuah alat Analisa yang mampu memberikan jawaban dari segala permasalahan yang terjadi.
Analisa ini terbagi atas empat komponen dasar yaitu :
1. S = Strength (kekuatan)
adalah situasi
atau kondisi yang merupakan kekuatan dari Keadaan Kebudayaan pada saat ini.
2.
W = Weakness
(kelemahan)
adalah situasi
atau kondisi yang merupakan kelemahan dari Keadaan Kebudayaan pada saat
ini.
3.
O = Opportunity
(kesempatan)
adalah situasi
atau kondisi yang merupakan peluang di luar organisasi dan memberikan peluang
berkembang bagi Keadaan dalam hal ini kebudayaan Indonesai di masa depan.
4.
T =Threat
(ancaman)
adalah situasi
yang merupakan ancaman bagi Kebudayaan yang datang dari luar Kebudayaan dan
dapat mengancam eksistensi Kebudayaan di masa depan
2.1. Kekuatan (Strength)
Kenyataan bahwa bangsa Indonesia terdiri dari berbagai suku bangsa dan keanekaragaman budaya
2.1. Kekuatan (Strength)
Kenyataan bahwa bangsa Indonesia terdiri dari berbagai suku bangsa dan keanekaragaman budaya
a.
Mengembangkan sikap saling
menghargai terhadap nilai – nilai dan norma social yang berbeda – beda dari
anggota masyarakat
b.
Mengembangkan rasa nasionalisme
terutama melalui penghayatan wawasan berbangsa dan bernegara namun menghindari
sikap chauvimisme yang akan mengarah pada sikap ekstrim dan menutup diri akan
perbedaan yang ada dalam masyarakat
2.2. Kelemahan (Weakness)
2. Kelemahan (Weakness)
a. Kesadaran masyarakat untuk menjaga budaya daerah dewasa ini masih belum maksimal. Cenderung lebih memilih budaya asing yang lebih praktis dan sesuai dengan perkembangan zaman
b. Kurangnya pembelajaran terhadap budaya, para pelaku budaya kesulitan untuk untuk melakukan transfer pengetahuan mengenai budaya kepada generasi selanjutnya, minat untuk mempelajari budaya kalah pamor dengan mempelajari teknologi.
c. Kemampuan untuk berkomunikasi sangat penting agar tidak terjadi salah paham tentang budaya yang dianut. Minimnya komunikasi budaya ini sering menimbulkan perselisihan antar suku yang akan berdampak turunnya ketahanan budaya nasional.
d. Ketiadaan inventarisasi kebudayaan seluruh wilayah di Indonesia dan ketegasan pemerintah. Pemerintah telah menghimbau kepada seluruh kepala daerah untuk melakukan pengecekan dan mengiventarisasikan hasil, bentuk, dan karya seni budaya di daerahnya masing-masing dan melaporkannya kepada jajaran terkait. Meskipun demikian sampai saat ini (per KOMPAS, 31 Agustus 2009) baru tercatat tiga propinsi ( Bali, Daerah Istimewa Jogjakarta, dan Nusa Tenggara Barat ) yang memasukan daftar khasanah seni dan budayanya dari tiga puluh tiga propinsi yang ada di Indonesia. Ketiadaan reward dan punishment dan ketegasan pemerintah memperlambat proses inventarisasi kebudayaan.
2.3 Peluang (Opportunity)
3. Peluang (Opportunity)
a. Perkembangan dunia IPTEK memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk melakukan segala aktifitasnya, termasuk memberikan kontribusi penting bagi perkembangan budaya. Mempermudah proses pengenalan, promosi, pembelajaran budaya daerah.
b. Budaya daerah Indonesia telah mencuti perhatian para turis mancanegara. Ini dapat dijadikan objek wisata yang akan menghasilkan devisa bagi negara. Akan tetapi hal ini juga harus diwaspadai karena banyaknya aksi pembajakan budaya yang mungkin terjadi.
c. Interaksi kebudayaan yang terjadi di Daerah baik yang dibawa oleh orang Barat dengan kebudayaannya dan kebudayaan pribumi lebih menunjukkan sifat fleksibel dan adaptatif, senantiasa mampu menerima dan mengolah unsure-unsur Barat(asing) didalam rangka memperkaya kebudayaannya sendiri tanpa harus melenyapkan kepribadian sendiri.
2.4 Tantangan / Hambatan (Threats)
a.
Hambatan kebudayaan yang berkaitan
dengan perbedaan persepsi atau sudut pandang
b.
Masyarakat yang terasing dan kurang
komunikasi dengan masyarakat luar
c.
Sikap traditionalisme yang
berprasangka buruk terhadap hal – hal baru
d.
Sikap etnosentrisme
e.
Perkembangan IPTEK
.
BAB III
KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
3.1 Kesimpulan
KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
3.1 Kesimpulan
Kurangnya
minat Kaum Muda, hilangnya kebudayaan daerah karena minimnya pengetahuan dan
minat kaum muda dalam menghidupkan kembali kebudayaan daerahnya.
- Pentingnya Perang Pemerintah, Sering terjadinya kecurian hak milik kebudayaan daerah yang kita miliki
- Orang Indonesia kurang memerhatikan apa yang sudah mereka punya, mereka baru marah dan sadar memiliki suatu yang berharga setelah mereka akan kehilangan nya
3.2 Rekomendasi.
- Pemerintah Lebih Aktif dan lebih cepat dalam bergerak jangan sampai kita kecurian lebih banyak lagi kebudayaan karena keteledoran Pemimpin kita sendiri.
- Pemerintah ada untuk mensejahterakan rakyat bukan sebaliknya.
- Di adakan lomba – lomba dan acara yang membantu anak – anak muda tertarik untuk mempelajari kebudayaan daerahnya masing – masing.
- Adanya kerjasama antara pemerintah dengan rakyat sehingga rakyat dapat mempublikasikan Kesenian daerahnya lewat Negara, jadi bisa lebih di akui oleh Negara luar.
- Di jaga Kesenian Indonesia sebelum direbut negara lain seperti kasus yang sudah sudah
REFERENSI
http://danielyogya.blogspot.com/2008/11/artikel-budaya.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Budaya
http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/08/31/03390590/menakar.kecintaan.budaya.lokal
http://melayuonline.com/ind/news/read/7885/multikulturalisme-peluang-kebangkitan-budaya-lokal
http://tangkaslubis.blogspot.com/2010/03/peranan-budaya-lokal-memperkokoh-budaya.html
http://andry20.blogspot.com/2010/03/peranan-budaya-lokal-memperkokoh-budaya.html
Senin, 26 Maret 2012
Senin, 19 Maret 2012
Jumat, 16 Maret 2012
Kontribusi Pemerintah dan Masyarakat Dalam Melestarikan Kebudayaan
Kontribusi Pemerintah dan Masyarakat
Dalam Melestarikan Kebudayaan
(Ilmu Budaya Dasar)
MAKALAH ILMU BUDAYA DASAR :
KONTRIBUSI PEMERINTAH DAN MASYARAKAT DALAM PELESTARIAN
KEBUDAYAAN
NAMA
: ARIO BAKTIYUDO
NPM
: 11111165
KELAS
: 1KA36
UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS ILMU KOMPUTER
JURUSAN SISTEM INFORMASI
Mata
Kuliah : Ilmu Budaya Dasar
Dosen :
Muhammad Burhan Amin
Topik Makalah
Kontribusi Pemerintah dan Masyarakat
Dalam Melestarikan Kebudayaan
Kelas : 1-KA36
Tanggal
Penyerahan Makalah : 17 Maret 2012
Tanggal Upload Makalah : 18 Maret
2012
P E R N Y A T A A N
Dengan ini saya menyatakan bahwa seluruh pekerjaan
dalam penyusunan makalah ini saya buat sendiri tanpa meniru atau mengutip dari
tim / pihak lain.
Apabila terbukti tidak benar, saya siap menerima konsekuensi untuk mendapat
nilai 1/100 untuk mata kuliah ini.
P e n y u s u n
N P M
|
Nama
Lengkap
|
Tanda
Tangan
|
11111165
|
Ario
Baktiyudo
|

Program Sarjana Sistem Informasi
UNIVERSITAS GUNADARMA
KATA
PENGANTAR
Puji syukur saya panjatkan kepada Allah SWT Yang telah memberikan rahmat serta
karunia-Nya Sehingga saya dapat menyelesaikan makalah yang berjudul Kontribusi Pemerintah dan Masyarakat Dalam Melestarikan
Kebudayaan
. Makalah ini diajukan guna memenuhi tugas mata kuliah
IlmuBudaya Dasar Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang
telah membantu sehingga makalah ini dapat selesai tepat pada waktunya.
Belakangan ini pemerintah sudah mulai gencar melakukan usaha agar kebudayaan
kita dikenal oleh dunia luas, dan dapat diakui oleh seluruh dunia bahwa banyak
kebudayaan yang Indonesia miliki, sekarang tinggal bagaimana kita sebagai orang
Indonesia ikut membantu usaha yang telah dilakukan pemerintah, mari kita mulai
menghargai kebudayaan kita, sebenarnya caranya tidak sulit, kita ikut
memeriahkan pesta –pesta adat didaerah kita, kita memahami dan mendalami
kesenian tari didaerah kita, kita mengenakan pakaian yang menjadi ciri khas
daerah kita. Tidak perlu setiap hari kita lakukan, kita bisa melakukan disaat
memperingati hari – hari peringatan kebudayaan, hari – hari nasional atau kapan
saja kita mau. Belakangan ini kita gencar memperingati hari batik nasional,
maka kita harus ikut memeriahkan peringatan ini, karena itu juga merupakan
usaha untuk melestarikan budaya kita dan juga menghargai budaya kita. Maka kita
mulailah dari diri kita terlebih dahulu.
Penulis sadar makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu saya
mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan makalah
ini.
Akhir kata Saya ucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada pembaca, dan
memohon pintu maaf kepada para pembaca bila ada kesalahan baik dalam penulisan
kata dan pengertian, karena yng salah datangnya dari saya, dan yang benar
datangnya dari Allah SWT, semoga Allah SWT selalu memberikan
umatnya petunjuk ke jalan yang benar, Amin.
DAFTAR ISI
Pernyataan .
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . . . . . . . . . . . . . . . .i
Kata
Pengantar . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .ii
Daftar Isi .
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . iii
Bab 1
Pendahuluan…………………………………………………….…………..........……..1
1.Latar
Belakang…………………………………………………………..............…….1
2.Tujuan…………………………………………………………………..............…….2
3.Sasaran……………………………………………………………..................………2
Bab 2
Permasalahan……………………………………………...............................…..2
1.Kekuatan……………………………………………......................................……….3
2.Kelemahan…………………………………………....................................…………3
3.Peluang……………………………………………...........…………………………..4
4.Tantangan/Hambatan………………………………..................…………………….4
Bab 3
Kesimpulan dan Rekomendasi……………………………………………...……………………………5
1.Kesimpulan…………………………………….……............……………………….5
2.Rekomendasi…………………………………………....……………………………5
3.Referensi……………......……………………………………………………………6
Latar
Belakang
Indonesia merupaksan salah satu
negara di dunia yang paling majemuk komposisi jati diri budaya dan etniknya,
dan kemajemukan itu menjadi salah satu sumber kebanggaan bangsa. Semboyan yang
tercantum pada lambang negara Bhineka Tunggal Ika. Kemajemukan suku bangsa ini
tentunya dapat menciptakan budaya yang beragam. Sebagaimana tercantum
dalam penjelasan UUD 45, bahwa “Kebudayaan bangsa adalah kebudayaan yang
timbul sebagai buah usaha budinya rakyat Indonesia seluruhnya. Kebudayaan lama
dan asli yang terdapat sebagai puncak-puncak kebudayaan di daerah-daerah di
seluruh Indonesia”. Dengan begitu keanekaragaman yang tercakup dalam
“Bhineka Tunggal Ika” dimasudkan lebih pada keanekaragaman kebudayaan
(multicultural society).
Budaya atau kebudayaan berasal
dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah,
yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal)
diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia.
Dalam bahasa Inggris, kebudayaan
disebutculture, yang berasal dari kata Latin Colere,
yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah
atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai
"kultur" dalam bahasa Indonesia.
Sedangkan
pengertian mengenai kebudayaan sendiri yaitu sistem pengetahuan yang meliputi
sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam
kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan
perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai
makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata,
misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan
hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan
lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan
kehidupan bermasyarakat.
Keanekaragaman budaya yang ada di Indonesia, tentunya dapat memancing negara
lain unutk mengklaim budaya indonesia. Dalam hal ini perlu dukungan baik dari
pemerintah sebagai badan/pihak uyang menaungi sebuah peraturan, maupun
masyarakat yang ada di dalam sebuah negara. Perlu diadakan program pelestarian
yang intensif yang harus diiketahui seluruh bangsa indonesia.
Karena budaya adalah suatau kekayaan yang tidak ternilai, alangkah percuma bila
budaya yang hanya menjadi budaya yang asing di negeri sendiri karena
ketidak-pedulian pemerintah dan masyarakat itu sendiri. Disini diperlukan
kerjasama antar pihak, seperti pihak media utuk mempromosikan berbagai budaya
yang ada dinegara kita, contoh terbaru adalah dukungan pulau komodo menjadi
tujuh keajaiban yang baru.
Terlihat animo masyarakat yang sangat tinggi dalam mendukung pulau komodo,
sehingga pulau komodo masuk menjadi tujuh keajaiban dunia yang baru. Tidak hanya
peran masyarakat, namun peran media yang terus- menerus mempromosikan komodo,
dan peran media penyedia media komunikasi dalam memberikan harga yang murah
dalam penggalangan voting melalui sms, dan berhasil mendapat banyak upaya,
secara pribadi saya berpendapat, bila pemerintah dan masyarakat berkerjasama,
maka tidak ada yang tidak mungkin. Dengan memanfaatkan momen dukungan pulau
komodo tadi dan yang terhangat yaitu sea games ke 26 dimana
Indonesia menjadi tuan rumah, semoga persatuan bangsa Indonesia tetap kuat.
2. Tujuan
Tujuan dari pembuatan makalah ini
yaitu :
1.
Melaksanakan
Tugas mata kuliah Ilmu Budaya Dasar
2.
Meningkatkan rasa
persatuan bangsa
3.
Menjaga dan
memelihara budaya kita
4.
Menghargai apa
yang dimiliki Indonesia
5.
Menambah wawasan
baik bagi Penulis dan pembaca
6.
Mengaplikasikan
Kehidupan sehari – hari dalam upaya pelestarian budaya
3. Sasaran
Sasaran dari penulisan makalah ini adalah semua pembaca minimal dapat sedikit
memahami pentingnya Kontribusi Pemerintah dan Masyarakat Dalam Melestarikan
Kebudayaan , Sehingga
kebudayaan nasional tetap menjadi kekayaan Indonesia yang dapat dimanfaatkan
untuk berbagai hal.
BAB.2 PERMASALAHAN
Persatuan bangsa adalah sumber
kekuatan utama dalam satu negara, begitu juga dalam pelestarian budaya yang
dimiliki, perlu dukungan dari semua pihak. Kareana budaya adalah suatu kekayaan
yang tidak ternilai namun rentan untuk hilang, baik karena dicuri oleh negara
lain, atau kalah saing oleh budaya yang berasal dari luar negri.
Pada jaman globalisasi saat ini mau tidak mau, Indonesia menjadi negara yang
terbuka dalam menerima segala hal, oleh karena itu masyarakat perlu mengetahui
betapa pentingnya memilih, dan memilah apa saja hal asing yang yang masuk ke
Indonesia tanpa membuat buta masyarakat mengenai pentingnya juga mempelajari
budaya luar, Secara singkat pengamatan penulis deskripsikan dengan Analisa
SWOT.
Analisa SWOT (Streangth, Weakness, Oppurtunity, Threats ) adalah sebuah bentuk
analisa situasi dan kondisi yang bersifat deskriptif (memberi gambaran).
Analisa ini menempatkan situasi dan kondisi sebagai sebagai faktor masukan,
yang kemudian dikelompokkan menurut kontribusinya masing-masing. Satu hal yang
harus diingat baik-baik oleh para pengguna analisa SWOT, bahwa analisa SWOT
adalah semata-mata sebuah alat analisa yang ditujukan untuk menggambarkan
situasi yang sedang dihadapi atau yang mungkin akan dihadapi oleh organisasi,
dan bukan sebuah alat Analisa yang mampu memberikan jawaban dari segala
permasalahan yang terjadi.Analisa ini terbagi atas empat komponen dasar yaitu :
1.
S = Strength (kekuatan)
adalah
situasi atau kondisi yang merupakan kekuatan dari Keadaan Kebudayaan pada saat ini.
2.
W = Weakness (kelemahan)
adalah
situasi atau kondisi yang merupakan kelemahan dari Keadaan Kebudayaan pada saat ini.
3.
O = Opportunity (kesempatan)
adalah
situasi atau kondisi yang merupakan peluang di luar organisasi dan memberikan
peluang berkembang bagi Keadaan dalam hal ini kebudayaan
Indonesai di masa
depan.
4.
T =Threat (ancaman)
adalah
situasi yang merupakan ancaman bagi Kebudayaan yang datang
dari luar Kebudayaan dan dapat mengancam eksistensi Kebudayaan di masa depan
2.1. Strength
(Kekuatan)
a.
Kenyataan bahwa bangsa Indonesia
terdiri dari berbagai suku bangsa dan keanekaragaman budaya
b.
Mengembangkan sikap saling
menghargai terhadap nilai – nilai dan norma social yang berbeda – beda dari
anggota masyarakat
c.
Mengembangkan rasa nasionalisme
terutama melalui penghayatan wawasan berbangsa dan bernegara namun menghindari
sikap chauvimisme yang akan mengarah pada sikap ekstrim dan menutup diri akan
perbedaan yang ada dalam masyarakat
2.2. Kelemahan (Weakness)
a.
Konflik
Konflik merupakan proses social disosiatif yang memecah
kesatuan dalam masyarakat,meskipun tak selamanya konflik itu negative, misalnya
dari konflik tentang perbedaan pendapat diskusi
b.
Integrasi
Integrasi adalah saling ketergantungan yang lebih rapat
dan erat antar bagian dalam organism hidup atau antar anggota di dalam
masyarakat sehingga terjadi penyatuan hubungan yang dianggap harmonis
c.
Disintegrasi
Disentegrasi atau atau disorganisasi
merupakan suatu keadaan yang tidak serasi pada setiap bagian dari suatu
kesatuan
d.
Reintegrasi
Reintegrasi atau reorganisasi dapat
dilaksanakan apabila norma – norma dan nilai – nilai baru telah melembaga dalam
diri warga masyarakat
2.3 Peluang
(Oppurtunity)
a. Rasa
nasionalisme rakyat Indonesia begitu tinggi,
contoh ketika beberapa kebudayaan
Indonesia diakui negara lain, maka akan timbul reaksi penentangan yang luar
biasa dari seluruh elemen bangsa, secara tidak langsung dapat memperkuat
kesatuan bangsa.
b. Perkembangan
jaman
semua hal dapat dipelajari dengan
cepat dan mudah menjadi sebuah peluang yang sangat besar jika dimanfaatkan
sebagai sarana belajar dan promosi kebudayaan daerah.
c.
Mulai ada komunitas
pencinta budaya
Banyak muncul komunitas yang peduli kebudayaan indonesia seperti komunitas
jelaja budaya, dan lain-lain.
d. Modern
Dalam masa era-globalisasi yang ada, dapat dimanfaatkan sebagai sarana
untuk memperkenalkan kebudayaan bangsa lain yang tidak dapat dijangkau kepada
masyarakat agar mereka pun dapat mengenalnya.
2.4 Tantangan / Hambatan (Threats)
a.
Hambatan kebudayaan yang berkaitan
dengan perbedaan persepsi atau sudut pandang
b.
Masyarakat yang terasing dan kurang
komunikasi dengan masyarakat luar
c.
Sikap traditionalisme yang
berprasangka buruk terhadap hal – hal baru
d.
Sikap etnosentrisme
e.
Perkembangan IPTEK
BAB.3 KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
3.1
Kesimpulan
a.
Dengan
keanekaragaman budaya, sebagai generasi muda ditanamkan cinta tanah air
b.
Kebudayaan
seharusnya menjadi pemersatu bangsa kita
c.
Kemajuan
teknologi belum bisa dimaksimalkan oleh pemerintah dan masyarakat untuk
mengembangkan kebudayaan
d.
Kesadaran masyarakat dan pemerintah dalam
melestarikan kebudayaan masih sangat
minim dan masih mementingkan kepentingan pribadi dan akibatnya banyak
kebudayaan kita yang dicuri Negara lain
3.2
Rekomendasi.
a. Menanamkan dan
mengamalkan nilai – nilai Pancasila sejak dini
b. Perlu melibatkan generasi muda untuk melestarikan
kebudayaan
c. Penguatan nilai – nilai
budaya dalam memantapkan ketahanan budaya
bangsa
d. Menyelesaikan semua
konflik dengan cara yang akomodatif melalui mediasi dan adjudikasi
REFERENSI
Langganan:
Postingan (Atom)








